Perawat Hebat, Rakyat Sehat

Catatan Perawat – Salam sehat, salam sejahtera bagi semua perawat. Bertepatan dengan HUT PPNI yang ke-46, kita di hebohkan dengan kabar seorang perawat yang gugur setelah di identifikasi suspect Covid-19.

Perawat 37 tahun yang bekerja di salah satu RS Bekasi tersebut sebelumnya sudah sakit dan mendapatkan perawatan selama 3 hari di RS tempat ia bekerja, kemudian dirujuk ke RSPI Sulianto Saroso untuk mendapatkan perawatn yang lebih intensif, belum sampai 24 jam pasien dinyatakan meninggal dunia.

Ditengah kejadian luar biasa ini, bahkan WHO sudah mengumumkan Nover Coronavirus sebagai pandemik di seluruh dunia, kita masih harus tetap terlihat gagah dihadapan masyarakat.

Disaat pemerintah mengumumkan untuk libur dan istirahat di rumah 14 hari, kita harus tetap on and stay 24 jam, disaat pemerintah melakukan himbauan untuk tidak mendatangi keramaian agar tidak terpapar virus corona, kita perawat justru menjadi orang yang rentan terpapar dengan virus tersebut.

Kesehatan memang mahal, tapi hal itu tidak menjadi rumus pasti untuk perawat.

Inilah uniknya, tantangan besar bagi perawat, pekerjaan penuh risiko, pekerjaan dengan taruhan nyawa, tapi kita belum dihargai sepantasnya.

Masih ingat kisah perawat yang dipukuli di dalam ambulance di Jakarta saat bertugas? Atau kisah perawat yang dipukul saat melakukan bantuan RJP di salah satu RS di Rembang? Dan semuanya berakhir dengan “sim salabim”.

“Jika tidak bisa berterimakasih, setidaknya hargai kami”

Untuk perawat-perawat hebat semoga lelah kita selama ini menjadi lillah dan bernilai ibadah, tentunya dengan niat yang benar jagan sampai salah.

Selamat ber ulang tahun PPNI semoga terus jaya mengabdi untuk negeri, tidak lupa jasa kami segera dipenuhi dan di standarkan lebih tinggi.

Perawat Hebat, Rakyat Sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *