Perawatan Luka yang Harusnya Tidak Dilakukan

Catatan Perawat – Sebagaimana yang kita tahu kalau perawatan luka haruslah dilakukan dengan tujuan kesembuhan tanpa meninggalkan komplikasi dari perawatan yang kita lakukan.

Model perawatan luka bisa bermacam-macam seperti menggunakan alat steril seperti di rumah sakit atau hanya sekedar bersih, dengan prinsip steril.

Proses penyembuhan luka akan sangat berbeda antara pasien riwayat sakit penyerta seperti diabetes mellitus dengan pasien tanpa riwayat penyakit.

Apalagi jika ditambah dengan proses perawatan pada luka diabetik yang kurng baik maka akan mengakibatkan proses granulasi yg tidak baik pula.

Berikut contoh perawatan luka yang tidak sesuai menurut SPO :

Perawat Hebat, Rakyat Sehat

Catatan Perawat – Salam sehat, salam sejahtera bagi semua perawat. Bertepatan dengan HUT PPNI yang ke-46, kita di hebohkan dengan kabar seorang perawat yang gugur setelah di identifikasi suspect Covid-19.

Perawat 37 tahun yang bekerja di salah satu RS Bekasi tersebut sebelumnya sudah sakit dan mendapatkan perawatan selama 3 hari di RS tempat ia bekerja, kemudian dirujuk ke RSPI Sulianto Saroso untuk mendapatkan perawatn yang lebih intensif, belum sampai 24 jam pasien dinyatakan meninggal dunia.

Ditengah kejadian luar biasa ini, bahkan WHO sudah mengumumkan Nover Coronavirus sebagai pandemik di seluruh dunia, kita masih harus tetap terlihat gagah dihadapan masyarakat.

Disaat pemerintah mengumumkan untuk libur dan istirahat di rumah 14 hari, kita harus tetap on and stay 24 jam, disaat pemerintah melakukan himbauan untuk tidak mendatangi keramaian agar tidak terpapar virus corona, kita perawat justru menjadi orang yang rentan terpapar dengan virus tersebut.

Kesehatan memang mahal, tapi hal itu tidak menjadi rumus pasti untuk perawat.

Inilah uniknya, tantangan besar bagi perawat, pekerjaan penuh risiko, pekerjaan dengan taruhan nyawa, tapi kita belum dihargai sepantasnya.

Masih ingat kisah perawat yang dipukuli di dalam ambulance di Jakarta saat bertugas? Atau kisah perawat yang dipukul saat melakukan bantuan RJP di salah satu RS di Rembang? Dan semuanya berakhir dengan “sim salabim”.

“Jika tidak bisa berterimakasih, setidaknya hargai kami”

Untuk perawat-perawat hebat semoga lelah kita selama ini menjadi lillah dan bernilai ibadah, tentunya dengan niat yang benar jagan sampai salah.

Selamat ber ulang tahun PPNI semoga terus jaya mengabdi untuk negeri, tidak lupa jasa kami segera dipenuhi dan di standarkan lebih tinggi.

Perawat Hebat, Rakyat Sehat.

Rahasia Orang Indonesia, Empon-Empon Mampu Atasi Virus Corona

CatatanEmpon-empon disebut bisa menangkal virus corona. Ramuan ini antara lain terdiri dari temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sereh.

Istilah empon-empon viral setelah disebutkan oleh guru besar biologi molekuler dari Universitas Airlangga, Chaerul Anwar Nidom. Nidom memaparkan empon-empon bisa menangkal virus corona.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga bicara soal empon-empon. Menurutnya, semua yang berupa imunitas termasuk empon-empon bisa menjadi penangkal virus corona.

Empon-empon juga terbukti aman untuk kesehatan. Dalam Peraturan MENKES/187/2017 Tentang Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia menyebutkan, formularium ramuan obat tradisional Indonesia (FROTI) merupakan informasi tentang jenis-jenis tumbuhan obat yang tumbuh di Indonesia yang telah terbukti aman jika digunakan sesuai aturan dan secara empiris bermanfaat bagi kesehatan.

Dalam buku ‘Temu-temuan dan Empon-empon, Budidaya dan Manfaatnya’, karya Ir Fauziah Muhlisah, empon-empon berasal dari bahasa Jawa. Asal katanya empu yang berarti rimpang induk atau akar tinggal. Kata ini digunakan untuk menyebut kelompok tanaman yang mempunyai rimpang atau akar tinggal.

Nenek moyang kita memanfaatkan tanaman yang termasuk kelompok empon-empon untuk pengobatan tradisional dan bumbu masakan. Namun kini penggunaannya meluas ke industri makanan, minuman, perawatan tubuh, dan kosmetika untuk perawatan kecantikan.

Berikut manfaaat jahe. Jahe yang dimaksud di sini yakni jahe merah. Jahe merah bermanfaat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Hal ini agar tubuh tubuh tetap fit. Ekstrak jahe merah dapat mencegah dan membunuh bakteri berbahaya dalam tubuh. Karena itu sistem kekebalan tubuh akan meningkat.

Temulawak. Manfaat temulawak yakni salah satunya untuk menjaga kebugaran. Bahkan mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek rajin minum jamu temulawak sebagai caranya untuk menjaga kebugaran di tengah kesibukan. Kebiasaan minum jamu temulawak tersebut dikatakan Menkes Nila sudah dilakukannya sejak lama dan hal ini ia terapkan juga untuk seluruh jajaran di Kementerian Kesehatan

Kunyit. Manfaat kunyit yakni antioksidan, antitumor, dan antikanker. Sebab senyawa yang terkandung dalam kunyit yaitu kurkuminoid dan minyak atsiri mempunyai peranan dalam pemanfaatan kunyit. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal senyawa-senyawa radikal bebas. Senyawa kurkuminoid dalam rimpang kunyit memiliki sifat sitotoksik yang dapat menghambat proliferasi sel-sel kanker dan dapat mengurangi dan menghilangkan bau, rasa gatal, dan mengurangi ukuran luka dari kanker. Oleh karena itu, kunyit memungkinkan untuk digunakan sebagai antiradang yang berguna dalam terapi pengobatan kanker dan tumor.

Kencur. Manfaat kencur salah satunya mengobati batuk. Sebab kencur mengandung zat yang juga terkandung dalam jahe dan kunyit. Kencur dapat menjadi obat tradisional untuk atasi batuk berdahak, membuat pernapasan lebih lega, dan membantu proses penyembuhan batuk yang optimal. Kencur juga sering dimanfaatkan untuk suara para penyanyi. Kencur disebut dapat membantu menjaga pita suara sehingga tenggorokan terasa lega.

Sereh. Salah satu manfaat sereh yakni menurunkan demam. Kandungan sereh juga bisa membantu mengeluarkan zat-zat berbahaya dari tubuh.

Di Indonesia, pasien positif virus corona telah menjadi 4 orang. Semuanya diisolasi di RSPI Sulianto Saroso. Jangan panik dengan keadaan ini. Konsumsi makanan sehat dan imunitas tubuh seperti empon-empon, akan membantu menangkal virus corona.

Copyright : Detik.com