Seorang Ibu Positif Covid-19 di Malaysia, saat Dijemput Ambulans, Benda Pertama yang Dipikirkan adalah Alquran

Catatan Perawat – ” Ketika ambulans datang untuk menjemput Ibu, hati ini serasa runtuh. Air mata sudah mengalir tetapi saya tahan, karena saya ingin menunjukkan kepadanya bahwa saya kuat.

Itulah ungkapan warga Malaysia, Ahmad Hafizuddin Shopian menceritakan momen sedih dan mengharukan ketika ibunya, Rohaya Ibrahim, terpaksa dibawa ke rumah sakit setelah didiagnosis positif Covid-19.

Ahmad Hafizuddin mengatakan ibunya terinfeksi virus corona dari ayahnya, Shopian Mat Nasir, 68 tahun, yang dirawat di rumah sakit tiga hari sebelumnya.

“Ayah menjalani tes cepat setelah salah seorang temannya yang juga anggota jemaah di masjid dinyatakan positif. Pada 18 Maret, Dinas Kesehatan Daerah (PKD) menelepon memberitahu ayah positif. Pagi harinya, ambulans datang untuk membawanya ke rumah sakit,” kata Ahmad Hafizuddin.

Ibu Positiv Civid-19

Menurut Ahmad Hafizuddin, keluarga yang di rumah juga menjalani tes cepat di rumah sakit karena kontak dekat dengan ayah mereka.

Sambil menunggu hasilnya, dia menitipkan anak dan istrinya yang sedang hamil ke rumah mertuanya.

“Sabtu sore, setelah sholat Ashar, Ibu dapat telepon dari PKD bahwa dia dinyatakan positif,” kata Ahmad Hafizuddin.

Yang Diingat Pertama Adalah Alquran

Sementara Ahmad Hafizuddin mengaku cukup terkejut dengan pemberitahuan tersebut. Ibunya malah tenang-tenang saja.

“Saya terkejut, dalam kepala muncul pikiran macam-macam. Tapi Ibu malah terlihat tenang. Saya bantu dia berkemas seperti saya siapkan barang ayah sebelumnya,” kata pria 29 tahun itu.

Namun yang membuat Ahmad Hafizuddin merasa terharu adalah benda pertama yang dipikirkan ibunya untuk dibawa ke rumah sakit adalah Alquran.

Menangis Melihat Ibunda Dibawa Ke Rumah Sakit

Ahmad Hafizuddin makin bertambah haru dan sedih ketika ambulans datang untuk menjemput ibunya.

“Saya merasa sangat sedih karena memikirkan usia dan kesehatannya. Usianya sudah 63 tahun,” katanya.

Menurut Ahmad Hafizuddin, ibunya sulit berjalan karena ada sekrup yang terpasang di kakinya akibat kecelakaan sebelum ini.

“Sangat menyedihkan karena saya tidak bisa menuntun ibu ke ambulans,” katanya.4 dari 4 halaman

Ini Merupakan Ujian Bagi yang Sakit dan yang Sehat

Menurut Ahmad Hafizuddin, apa yang terjadi pada kedua orangtuanya adalah ujian dari Allah SWT untuk menguji keimanan hamba-Nya.

“Allah beri ujian kepada orangtua dengan wabah. Sementara orang-orang yang tidak terkena wabah seperti saya juga berada dalam ujian Allah.

“Ini mengajarkan kita untuk lebih menginsafi. Pada saat ini, yang terbaik adalah kita semua mematuhi anjuran pemerintah. Jangan anggap diri kebal. Ketika wabah datang ke orang yang kamu cintai, kamu akan tahu bagaimana rasanya,” pungkas Ahmad Hafizuddin.

Copyright : dream.co.id

Benarkah Penggunaan Disinfektan Aman untuk Tubuh Manusia?

No spraying alcohol or chlorine all over your body will not kill coronavirus

Catatan Perawat – Benarkah penggunaan disinfektan aman untuk tubuh manusia? Berikut tanggapan dari beberapa sumber terkait maraknya penggunaan disinfektan pada bilik disinfeksi untuk pencegahan covid-19 :

Akhir-akhir ini, marak digunakan bilik disinfeksi (disinfection chamber) di berbagai titik fasilitas umum, bahkan di titik masuk perumahan, untuk pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab wabah COVID-19. Penggunaan yang masif ini juga menggugah para peneliti dari berbagai universitas untuk membuat bilik disinfeksi tersebut dengan semangat yang sama, yaitu berkontribusi dalam penanganan wabah yang saat ini harus dihadapi bersama-sama oleh negeri ini. Upaya pencegahan penyebaran virus dengan cara ini diadopsi di beberapa tempat oleh masyarakat, meskipun dengan menggunakan alat sesederhana botol semprot. Berbagai macam cairan disinfektan yang digunakan untuk bilik disinfeksi ini diantaranya adalah diluted bleach (larutan pemutih/natrium hipoklorit), klorin dioksida, etanol 70%, kloroksilenol, electrolyzed salt water, amonium kuarterner (seperti benzalkonium klorida), glutaraldehid, hidrogen peroksida (H2O2) dan sebagainya. Berikut tanggapan kami terkait kondisi tersebut :

  1. Disinfeksi didefinisikan sebagai penggunaan bahan-bahan kimia yang dapat membunuh kuman/mikroba (bakteri, fungi, dan virus) yang terdapat di permukaan benda mati (non-biologis, seperti pakaian, lantai, dinding) (Centers for Disease Control and Prevention, CDC) [1]. Efektivitas dari disinfektan dievaluasi berdasarkan waktu kontak atau “wet time”, yakni waktu yang dibutuhkan oleh disinfektan tersebut untuk tetap berada dalam bentuk cair/basah pada permukaan dan memberikan efek “membunuh” kuman. Waktu kontak disinfektan umumnya berada pada rentang 15 detik sampai 10 menit, yakni waktu maksimal yang ditetapkan oleh United States Environmental Protection Agency (EPA) [2].
  2. Waktu kontak efektif dan konsentrasi cairan disinfektan yang disemprotkan ke seluruh tubuh dalam bilik disinfeksi untuk membunuh mikroba belum diketahui, apalagi waktu kontak efektif terhadap virus SARS-CoV-2. Pada konsep bilik desinfeksi, baik waktu kontak maupun konsentrasi efektif akan sulit dipenuhi. EPA tidak menyarankan penggunaan produk disinfektan yang belum teruji efikasinya jika digunakan dengan metode aplikasi lain seperti fogging, electrostatic sprayer atau penyemprotan. Hingga saat ini, belum ada data ilmiah yang menunjukkan berapa persen area tubuh yang “terbasahi” cairan disinfektan dalam bilik ini serta seberapa efektif metode ini dalam “membunuh” mikroba. Ketika disinfektan disemprotkan dalam bilik ini, bisa jadi virus justru menyebar ke area yang tidak terbasahi oleh cairan ini. Hal ini dapat membahayakan pengguna bilik selanjutnya jika ada virus yang “tersisa” di dalam bilik dan terhirup pengguna tersebut.
  3. World Health Organization (WHO) tidak menyarankan penggunaan alkohol dan klorin ke seluruh permukaan tubuh karena akan membahayakan pakaian dan membran mukosa tubuh seperti mata dan mulut [3]. Penelitian yang dipublikasikan pada JAMA Network Open Oktober 2019 menemukan bahwa sebanyak 73.262 perawat wanita yang rutin tiap minggu menggunakan disinfektan untuk membersihkan permukaan alat-alat medis berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan paru-paru kronik [4].
  4. Inhalasi gas klorin (Cl2) dan klorin dioksida (ClO2) dapat mengakibatkan iritasi parah pada saluran pernafasan (WHO) [5].
  5. Penggunaan larutan hipoklorit pada konsentrasi rendah secara terus menerus dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan iritasi kulit dan kerusakan pada kulit. Dan penggunaannya pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah. Walaupun data masih terbatas, inhalasi hipoklorit (OCl) dapat menimbulkan efek iritasi ringan pada saluran pernafasan [6].
  6. Penggunaan electrolyzed salt water sebagai disinfektan pada bilik disinfeksi, memiliki mekanisme dasar menghasilkan klorin sebagai disinfektan. Efek samping yang muncul akan sama seperti poin 4 dan 5. Sejauh ini, potensi penggunaan electrolyzed salt water untuk menginaktivasi virus, yang dipublikasikan pada Journal of Veterinary Medical Science, ditentukan dengan mencampurkan virus dengan air [7], sehingga waktu kontak juga berpengaruh pada efektivitas inaktivasinya.
  7. Kloroksilenol (bahan aktif cairan antiseptik komersial) yang juga digunakan sebagai salah satu disinfektan untuk bilik disinfeksi dapat meningkatkan resiko tertelan atau secara tidak sengaja terhirup. Studi pada hewan menunjukan bahwa kloroksilenol menyebabkan iritasi kulit ringan dan iritasi mata parah. Kematian terjadi pada dosis tinggi (EPA) [8]. Studi medis yang dilakukan di Hong Kong, dimana melibatkan 177 kasus keracunan cairan antiseptik komersial yang mengandung kloroksilenol, menunjukkan komplikasi serius pada 7% pasien hingga terjadinya  kematian [9].
  8. Penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia, udara, dan jalan raya dipandang tidak efektif.  Selain itu, penggunaan berlebihan disinfektan berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan lingkungan [10]. Salah satunya adalah timbulnya resistensi, baik resistensi bakteri ataupun virus terutama apabila disinfektan tidak digunakan pada konsentrasi idealnya.
  9. Perlu studi lebih lanjut dalam pemilihan disinfektan yang aman dan efektif untuk bilik disinfeksi, mengingat dengan cara ini memungkinkan terjadinya kontak antara cairan disinfektan dengan kulit, mata dan dapat terhirup.
  10. Pengawasan pihak terkait dalam suatu aturan/pedoman menjadi sangat penting untuk meminimalisir efek bahaya dari disinfektan terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.
  11. Jika disinfektan semprot memang terbukti aman dan efektif secara ilmiah, edukasi lain yang perlu disampaikan kepada masyarakat adalah bilik disinfeksi ini hanya berfungsi untuk membersihkan permukaan tubuh atau pakaian saja (mengurangi jumlah mikroba) dan tidak menyembuhkan pasien yang telah terjangkit virus corona atau jika virus sudah masuk ke dalam tubuh orang tersebut. Masyarakat harus tetap berupaya untuk mencegah pemaparan virus SARS-CoV-2 sesuai dengan poin 12.
  12. Solusi aman untuk pencegahan pemaparan virus SARS-CoV-2 saat ini sesuai rekomendasi WHO adalah dengan cuci tangan menggunakan sabun (minimal 20 detik), mandi serta mengganti pakaian setelah melakukan aktivitas dari luar atau dari tempat yang terinfeksi tinggi, serta menerapkan physical distancing (minimal 1 meter).

Copyright : fa.itb.ac.id

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI Pedoman Bahan Berbahaya Pada Produk Alat Kesehatan dan PKRT; Kementerian Kesehatan RI, 2012; ISBN 978-602-235-238-9.
  2. Lowe, R.; Strazdas, L.; Quon, J.; Srikanth, M. The importance of contact time and visible wetness to ensure effective disinfection. Available online: https://www.beckershospitalreview.com/quality/the-importance-of-contact-time-and-visible-wetness-to-ensure-effective-disinfection.html
  3. World Health Organization Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. Available online: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus- 2019/ advice-for-public/myth-busters.
  4. Dumas, O.; Varraso, R.; Boggs, K.M.; Quinot, C.; Zock, J.-P.; Henneberger, P.K.; Speizer, F.E.; Le Moual, N.; Camargo, C.A. Association of Occupational Exposure to Disinfectants With Incidence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease Among US Female Nurses. JAMA Netw. Open 2019, 2, e1913563.
  5. Amy, G.L.; Bull, R.; Craun, G.F.; Pegram, R. a.; Siddiqui, M. Disinfectants and disinfectant by-products. Available online: www.who.int/ipcs/publications/ehc/ehc_216/en/.
  6. Slaughter, R.J.; Watts, M.; Vale, J.A.; Grieve, J.R.; Schep, L.J. The clinical toxicology of sodium hypochlorite. Clin. Toxicol. 2019, 57, 303–311.
  7. BUI, V.N.; NGUYEN, K. V.; PHAM, N.T.; BUI, A.N.; DAO, T.D.; NGUYEN, T.T.; NGUYEN, H.T.; TRINH, D.Q.; INUI, K.; UCHIUMI, H.; et al. Potential of electrolyzed water for disinfection of foot-and-mouth disease virus. J. Vet. Med. Sci. 2017, 79, 726–729.
  8. US EPA Pesticides – Fact Sheet for Chloroxylenol Available online: https://www3.epa.gov/pesticides/chem_search/reg_actions/reregistration/fs_PC-086801_1-Sep-94.pdf.
  9. Lam, P.K.; Chan, C.K.; Tse, M.L.; Lau, F.L. Dettol poisoning and the need for airway intervention. Hong Kong Med. J. 2012, 18, 270–5.
  10. Xiao, Y.; Torok, M.E. Taking the right measures to control COVID-19. Lancet Infect. Dis. 2020.

Satu Pasien PDP Meninggal Dunia di RSUD Sosodoro Djatikusumo

Catatan Perawat – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) coronavirus disease (covid-19) atau virus corona di Kabupaten Bojonegoro meninggal dunia. Informasi yang dihimpun, pasien asal Kecamatan Balen itu telah dua hari menjalani perawatan di RSUD Sosodoro Djatikusumo, Bojonegoro.

Humas RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro, Thomas Djaja membenarkan kabar meninggalnya pasien yang masuk PDP corona itu. Saat ini, pasien masih dalam pendataan rumah sakit.

“Iya benar. Yang bersangkutan masih proses pendataan di rumah sakit,” katanya, Sabtu (28/3/2020).

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Wheny Dyah saat dikonfirmasi juga membenarkan jika ada pasien PDP corona meninggal di RSUD Sosodoro Djatikusomo pukul 08.00 WIB.

“Iya, pasien merupakan pasien PDP dan meninggal dunia di RSUD hari ini pukul 08.00 WIB,” ujar Wheny.

Sebelumnya, Jumat (27/3/2020) per pukul 15.00 WIB Pemkab Bojonegoro merilis ada seorang PDP asal Kecamatan Balen yang menjalani perawatan isolasi di RSUD Sosodoro Djatikusumo. Dari data tersebut total ada 40 orang masuk orang dalam pantauan (ODP) dan seorang masuk sebagai PDP di Kabupaten Bojonegoro.

Copyright : klikjatim.com

Optimis Sembuhkan Pasien Corona, RS Persahabatan Sisakan 17 Pasien yang Masih Dirawat

Catatan Perawat – Sejak menjadi RS rujukan penanganan Covid-19, sudah banyak pasien positif yang dinyatakan sembuh dirawat di RSUP Persahabatan. Tercatat hingga Kamis 26 Maret 2020 siang, sudah ada 15 pasien yang sembuh dan boleh kembali ke keluarga masing-masing.

“Sampai saat ini sudah ada 15 pasien yang sempat kami rawat dan dinyatakan sembuh,” ujar Dirut RSUP Persahabatan Rita Rogayah saat dikonfirmasi VIVAnews.

Sementara itu, jumlah pasien covid-19 yang diisolasi di RSUP Persahabatan terus berkurang. Saat ini RSUP persahabatan merawat 37 pasien, 17 pasien diantaranya positif dan 20 pasien dalam pengawasan.

“Saat ini, pasien yang ada di RSUP persahabatan berjumlah 37 orang. 17 pasien positif covid dan 20 pasien dalam pengawasan. Nanti kalau ada informasi terbaru akan diberitahukan lagi,” kata Rita.

Ia juga menjelaskan, saat ini RSUP Persahabatan juga merawat 3 pasien anak-anak. Selain itu, Rita juga menjelaskan pada tanggal 24 Maret 2020 dua pasien dinyatakan meninggal di RSUP Persahabatan. satu pasien positif covid 19 yang berusia 66 tahun dan satu pasien dalam pengawasan berusia 76 tahun.

Copyright : vivanews.com

Takut Tulari Orang Lain, Perawat ini Bunuh Diri Setelah Positif Corona

Seorang perawat di Italia memilih bunuh diri usai dinyatakan positif virus corona dan takut menulari orang lain.

Laporan Daily Mail menyebutkan bahwa seorang perawat bernama Daniela Trezzi (34) menjadi garda depan penanganan virus corona di rumah sakit di Lombardy, daerah di Italia dengan kasus corona paling parah.

Federasi Nasional Keperawatan Italia telah mengonfirmasi kematian Daniela Trezzi.

Federasi mengatakan bahwa sang perawat mengalami stress berat karena dia takut akan menulari orang lain.

Daniela Trezzi bekerja di rumah sakit San Gerardo, lalu ketika dinyatakan positif corona, ia menjalani karantina di rumah.

Grup perawat mengaku bahwa ada beberapa dari mereka yang ingin menyerah dan melakukan percobaan bunuh diri, dengan alasan yang sama dengan Daniela Trezzi.

“Kami mengabdi sebagai perawat untuk alasan yang baik, tapi sayangnya dampaknya juga buruk bagi kami sendiri,” kata perwakilan Federasi Keperawatan mengungkapkan.

Mario Alparone selaku General Manager rumah sakit mengatakan bahwa Daniela Trezzi karantina di rumah, jadi sulit untuk diawasi.

Penelitian menyebutkan bahwa terdapat lebih dari lima ribu perawat positif corona di Italia.

Nino Cartabellotta sebagai kepala badan survei meminta pemerintah untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan para tenaga medis, karena jika sampai mereka kolaps bisa lebih berbahaya untuk semua orang di Italia.

Catatan Penulis : Manusia hidup tidaklah lepas dari yang namanya masalah, setiap orang mempunyai masalah, dan setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk menyelesaikan masalahnya. Tapi ingatlah Tuhan tidak memberikan ujian melebihi batas kemampuan hambanya.

Kalau pilihan kita adalah kematian, maka akan sia-sia arti hidup kita didunia, diluar sana banyak orang yang berjuang hidup agar terhindar dari kematian, tapi kita dengan gampangnya menyerahkan hidup untuk mati agar selesai dari masalah dan meninggalkan kanyataan. Tapi sahabat perawat, percayalah hidup itu indah tergantung dari sisi mana kita mensyukuri arti kehidupan yang kita jalani.

About Coronavirus Disease

Help and information

Coronavirus information – Indonesia (Snapshot) Ministry of Health Republic of Indonesia covid19.kemkes.go.id (Cached)


Coronavirus information – Indonesia Ministry of Health Republic of Indonesia covid19.kemkes.go.id

About

Coronavirus disease (COVID-19) is an infectious disease caused by a new virus.

The disease causes respiratory illness (like the flu) with symptoms such as a cough, fever, and in more severe cases, difficulty breathing. You can protect yourself by washing your hands frequently, avoiding touching your face, and avoiding close contact (1 meter or 3 feet) with people who are unwell.


HOW IT SPREADS

Coronavirus disease spreads primarily through contact with an infected person when they cough or sneeze. It also spreads when a person touches a surface or object that has the virus on it, then touches their eyes, nose, or mouth.

SYMTOMS

People may be sick with the virus for 1 to 14 days before developing symptoms. The most common symptoms of coronavirus disease (COVID-19) are fever, tiredness, and dry cough. Most people (about 80%) recover from the disease without needing special treatment. More rarely, the disease can be serious and even fatal. Older people, and people with other medical conditions (such as asthma, diabetes, or heart disease), may be more vulnerable to becoming severely ill.


People may experience:

  • Cough
  • Fever
  • iredness
  • Difficulty breathing (severe cases)

PREVENTION

There’s currently no vaccine to prevent coronavirus disease (COVID-19).


You can protect yourself and help prevent spreading the virus to others if you: Do

  • Wash your hands regularly for 20 seconds, with soap and water or alcohol-based hand rub
  • Cover your nose and mouth with a disposable tissue or flexed elbow when you cough or sneeze
  • Avoid close contact (1 meter or 3 feet) with people who are unwell
  • Stay home and self-isolate from others in the household if you feel unwell
  • Don’t Touch your eyes, nose, or mouth if your hands are not clean

TREATMENTS

There is no specific medicine to prevent or treat coronavirus disease (COVID-19). People may need supportive care to help them breathe.

Self Care

If you have mild symptoms, stay at home until you’ve recovered. You can relieve your symptoms if you:

  • Rest and sleep
  • Keep warm
  • Drink plenty of liquids
  • Use a room humidifier or take a hot shower to help ease a sore throat and cough

Medical Treatments

If you develop a fever, cough, and have difficulty breathing, promptly seek medical care. Call in advance and tell your health provider of any recent travel or recent contact with travelers.

Learn more on who.int For informational purposes only. Consult your local medical authority for advice. Source: World Health Organization

Copyright : Google Educations

Update Jumlah Pasien Corona 19 Maret 2020

Pemerintah mengumumkan adanya penambahan jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 secara signifikan sejak Selasa (17/3/2020) hingga hari ini, Rabu (18/3/2020) pukul 23.00.

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, hingga saat ini ada 227 kasus Covid-19 di Indonesia.

“Äda tambahan 55 kasus, sehingga total sampai sekarang, dihitung sampai kami melaporkan pada Rabu, 18 Maret 2020 pukul 12.00 ada 227 kasus,” ucap Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Rabu. 

Dari 227 kasus, 11 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Adapun, menurut Yuri, penambahan 55 kasus itu berlangsung sejak Selasa (17/3/2020) pukul 12.00 WIB hingga Rabu (18/3/2020) pukul 12.00 WIB. 

Adapun, penambahan jumlah kasus secara signifikan ini tersebar di sejumlah daerah. Penambahan kasus terbanyak ada di DKI Jakarta, yakni 30 pasien positif Covid-19. Dengan adanya penambahan kasus ini, pasien virus corona yang telah dikorfimasi berasal dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Lampung. 

Sementara itu, korban meninggal karena Covid-19 di Indonesia bertambah menjadi 19 orang. Yuri mengatakan, 12 pasien meninggal berasal dari DKI Jakarta, lalu di Jawa Tengah dua pasien. Sebanyak satu pasien meninggal masing-masing di Jawa Barat, Bali, Banten, Sumatera Utara, dan Jawa Timur. 

Angka tersebut didata setelah pemerintah mengecek ulang pendataan di sejumlah rumah sakit yang menangani pasien Covid-19. Sebelumnya, berdasarkan data hingga Selasa (17/3/2020) malam, angka pasien yang meninggal sebanyak tujuh orang. “Terdapat permasalahan dalam pendataan, beberapa rumah sakit tak melaporkan kasus kematian sejak 12 Maret. 

Maka kami cek ulang,” kata Yurianto dalam konferensi pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu. Makin bertambahnya jumlah kasus pasien positif di Indonesia membuat pemerintah menambah rumah sakit rujukan. Dilansir laman Kemenkes (17/3/2020), Pemerintah menyediakan 227 rumah sakit rujukan tambahan. Awalnya jumlah rumah 

sakit rujukan hanya 100 buah. Kemudian pada 10 Maret dilakukan penambahan menjadi menjadi 132 buah. Penambahan rumah sakit rujukan tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 169 Tahun 2020 tentang Penetapan RS Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu. 

Adapun rincian rumah sakit rujukan itu adalah: 109 RS milik TNI 53 RS Polri 65 RS BUMN Meski begitu tidak disebutkan di mana saja rumah sakit rujukan yang ditunjuk tersebut. 

Update corona di seluruh dunia pada Selasa (17/3/2020) pukul 12.29 WIB, angka infeksi Covid-19 mencapai 200.097 orang di 167 negara dan satu alat angkut internasional (kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Yokohama, Jepang). 

Angka kematian untuk pandemi Covid-19 bertambah menjadi 8.010 dan pasien yang sudah dinyatakan sembuh menjadi 82.913 orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan pandemi virus corona, menyusul penyebaran SARS-CoV-2 yang semakin meluas di sejumlah negara di dunia. Italia menjadi negara di luar China dengan jumlah korban terbanyak. 

Hingga Rabu sore, total terinfeksi di Italia ada 31.506 kasus. Sementara itu, korban meninggal karena corona di Italia tercatat 2.503 kematian. Setelah Italia, negara dengan jumlah kasus corona terbanyak berikutnya adalah Iran. 

Hingga hari ini, tercatat jumlah kasus di Iran menjadi 16.169 pasien dengan total korban meninggal 988 orang. Setelah Iran, Spanyol menempati posisi keempat dengan kasus terbanyak di dunia, yakni menjadi 11.826 kasus pada Selasa sore dengan angka kematian bertambah menjadi 533 orang. Kemudian disusul Jerman dengan total 9.877 kasus terkonfirmasi dan 26 kematian. 

Berikut 50 negara dengan jumlah kasus positif virus corona terbanyak di seluruh dunia seperti yang dipaparkan Worldometer. 

  1. China: 80.894 terinfeksi dan 3.237 meninggal
  2. Italia: 31.506 terinfeksi dan 2.503 meninggal 
  3. Iran: 16.169 terinfeksi dan 988 meninggal 
  4. Spanyol: 11.826 terinfeksi dan 533 meninggal 
  5. Jerman: 9.877 terinfeksi dan 26 meninggal 
  6. Korea Selatan: 8.413 terinfeksi dan 84 meninggal 
  7. Perancis: 7.730 terinfeksi dan 175 meninggal 
  8. Amerika Serikat: 6.524 terinfeksi dan 116 meninggal 
  9. Swiss: 2.742 terinfeksi dan 27 meninggal 
  10. Inggris: 1.950 terinfeksi dan 71 meninggal 
  11. Belanda: 1.705 terinfeksi dan 43 meninggal 
  12. Norwegia: 1.486 terinfeksi dan 4 meninggal 
  13. Austria: 1.471 terinfeksi dan 4 meninggal 
  14. Belgia: 1.243 terinfeksi dan 10 meninggal 
  15. Swedia: 1.196 terinfeksi dan 8 meninggal 
  16. Denmark: 1.044 terinfeksi dan 4 meninggal 
  17. Jepang: 882 terinfeksi dan 29 meninggal 
  18. Malaysia: 790 terinfeksi dan 2 meninggal 
  19. Kapal Diamond Princess: 712 terinfeksi dan 7 meninggal 
  20. Kanada: 598 terinfeksi dan 8 meninggal 
  21. Australia: 565 terinfeksi dan 6 meninggal 
  22. Ceko: 464 terinfeksi 
  23. Portugal: 448 terinfeksi dan 1 meninggal 
  24. Qatar: 442 terinfeksi
  25. Israel: 427 terinfeksi 
  26. Yunani: 387 terinfeksi dan 5 meninggal 
  27. Brasil: 349 terinfeksi dan 2 meninggal 
  28. Finlandia: 333 terinfeksi 
  29. Irlandia: 292 terinfeksi dan 2 meninggal 
  30. Slovenia: 275 terinfeksi dan 1 meninggal 
  31. Singapura: 266 terinfeksi 
  32. Estonia: 258 terinfeksi 
  33. Pakistan: 254 terinfeksi 
  34. Islandia: 247 terinfeksi 
  35. Polandia: 246 terinfeksi dan 5 meninggal 
  36. Rumania: 246 terinfeksi 
  37. Bahrain: 241 terinfeksi dan 1 meninggal I
  38. ndonesia: 227 terinfeksi (55 kasus baru) dan 19 meninggal (13 kematian baru) 
  39. Thailand: 212 terinfeksi dan 1 meninggal 
  40. Luksemborg: 203 terinfeksi dan 2 meninggal 
  41. Filipina: 202 terinfeksi dan 17 meninggal 
  42. Chili: 201 terinfeksi 
  43. Mesir: 196 terinfeksi dan 6 meninggal 
  44. Hong Kong: 181 terinfeksi dan 4 meninggal 
  45. Arab Saudi: 171 terinfeksi 
  46. Irak: 154 terinfeksi dan 11 meninggal 
  47. India: 152 terinfeksi dan 3 meninggal 
  48. Kuwait: 142 terinfeksi 
  49. Lebanon: 133 terinfeksi dan 4 meninggal 
  50. San Marino: 119 terinfeksi dan 11 meninggal

Sementara di China, angka kasus baru infeksi virus corona terus menurun. Dengan total infeksi 80.894 kasus, 13 kasus di antaranya merupakan kasus baru. Bahkan, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 di negara itu telah mencapai 69.614 pasien.

Copyright : kompas.com

6 Pasien di RS Surabaya Positif Corona

Copyright suarasurabaya.net – Ilustrasi Perawat Covid-19

Catatan Perawat Prof. Dr. Inge Lucida Direktur International Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga Surabaya menegaskan, 6 spesimen yang positif COVID-19 berasal dari pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit (RS) di Surabaya.

“Dari beberapa RS di Surabaya. Ada yang dari RS swasta kemudian dirujuk ke RS milik pemerintah,” ujar Prof Inge dihubungi suarasurabaya.net, Selasa (17/3/2020).

Saat ditanya sekarang 6 pasien itu di isolasi di RS mana, Inge menegaskan itu bukan lagi wewenangnya. Karena ITD Unair hanya memeriksa spesimen atau sampel dari pasien tersebut untuk diuji apakah positif Corona atau tidak.

“Itu bukan wewenang saya diisolasi di RS mana. Kami hanya memeriksa spesimen, dan 6 positif betul,” katanya.

Sebelumnya, dengan tambahan 38 orang, total sementara pasien positif COVID-19 di Tanah Air sampai Selasa (17/3/2020) sore sebanyak 172 orang.

Achmad Yurianto Juru Bicara Khusus Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, mengatakan pasien baru itu tersebar di beberapa daerah. Penambahan terbanyak dari DKI Jakarta, kemudian dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau.

Pasien positif dari Jatim merupakan 6 spesimen yang diperiksa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Copyright : suarasurabaya.net

Perawat Hebat, Rakyat Sehat

Catatan Perawat – Salam sehat, salam sejahtera bagi semua perawat. Bertepatan dengan HUT PPNI yang ke-46, kita di hebohkan dengan kabar seorang perawat yang gugur setelah di identifikasi suspect Covid-19.

Perawat 37 tahun yang bekerja di salah satu RS Bekasi tersebut sebelumnya sudah sakit dan mendapatkan perawatan selama 3 hari di RS tempat ia bekerja, kemudian dirujuk ke RSPI Sulianto Saroso untuk mendapatkan perawatn yang lebih intensif, belum sampai 24 jam pasien dinyatakan meninggal dunia.

Ditengah kejadian luar biasa ini, bahkan WHO sudah mengumumkan Nover Coronavirus sebagai pandemik di seluruh dunia, kita masih harus tetap terlihat gagah dihadapan masyarakat.

Disaat pemerintah mengumumkan untuk libur dan istirahat di rumah 14 hari, kita harus tetap on and stay 24 jam, disaat pemerintah melakukan himbauan untuk tidak mendatangi keramaian agar tidak terpapar virus corona, kita perawat justru menjadi orang yang rentan terpapar dengan virus tersebut.

Kesehatan memang mahal, tapi hal itu tidak menjadi rumus pasti untuk perawat.

Inilah uniknya, tantangan besar bagi perawat, pekerjaan penuh risiko, pekerjaan dengan taruhan nyawa, tapi kita belum dihargai sepantasnya.

Masih ingat kisah perawat yang dipukuli di dalam ambulance di Jakarta saat bertugas? Atau kisah perawat yang dipukul saat melakukan bantuan RJP di salah satu RS di Rembang? Dan semuanya berakhir dengan “sim salabim”.

“Jika tidak bisa berterimakasih, setidaknya hargai kami”

Untuk perawat-perawat hebat semoga lelah kita selama ini menjadi lillah dan bernilai ibadah, tentunya dengan niat yang benar jagan sampai salah.

Selamat ber ulang tahun PPNI semoga terus jaya mengabdi untuk negeri, tidak lupa jasa kami segera dipenuhi dan di standarkan lebih tinggi.

Perawat Hebat, Rakyat Sehat.